HOTEL,  TRAVEL

Hotel Story : SWISS-BELRESORT DAGO HERITAGE

DISCLAIMER : Pengalaman yang saya alami mungkin akan berbeda dengan orang lain. Jadi, jangan jadikan ulasan saya di bawah ini sebagai patokan utama dalam menentukan hotel.

 

Hello Readers !

Setelah sekian lama tidak menulis ulasan tentang hotel di blog ini, akhirnya release juga (saking kelamaan juga berada di draft! hehe). Mungkin, bagi yang mengikuti akun instagram saya, kalian pasti memperhatikan bahwa saya beberapa kali menginap di hotel selama pandemi ini. So, ya memang benar dan akhirnya ulasan hotel hadir kembali. Well, ulasan hotel kali ini adalah tentang hotel Swiss-Belresort di Bandung.

Hotel Swiss-Belresort menjadi pengalaman staycation pertama saya dan keluarga di masa pandemi. Singkat cerita, saya sudah pesan hotel ini 6 bulan sebelum waktu inap. Saya menginap bulan Desember 2020, sedangkan waktu pembeliannya adalah bulan Juni 2020. Mengapa membeli jauh-jauh hari? Sebab, saya mengira bulan Desember pandemi telah berakhir. Haha ternyata sampai tulisan ulasan ini diterbitkan di tahun 2022, pandemi masih belum berakhir ya, Bun! Hiks!

Mendekati waktunya untuk menginap, saya dan suami sempat ragu. Apakah rencana staycation ini perlu dilanjutkan atau dibatalkan. Pertanyaan terkait protokol kesehatan dan jaminan kebersihan terus berputar di kepala, beneran bersih gak kamarnya? gimana kalau habis menginap malah jadi positif? dan berbagai ketakutan lainnya. Apalagi saat itu vaksin pun belum diselenggarakan secara massal. But, akhirnya saya dan suami putuskan untuk tetap menginap. Lagipula, sudah lama kami sekeluarga tidak pergi liburan, kan. Ya, anggap saja staycation ini sebagai liburan. 🙂

 

PARKING SPACE

Tiba waktunya untuk menginap, kami sekeluarga datang di sore hari, sekitar pukul 16.30 sore baru check-in hotel. Di awal kedatangan, saya sedikit takjub dengan jumlah mobil yang terparkir di area parking space. Penuh! (Saya sempat merekamnya melalui video untuk kanal youtube hellomamika) Padahal lahan parkir di hotel ini cukup banyak dan ada basement parkir juga. Akhirnya, suami memutuskan untuk parkir di luar basement, di area depan gedung dekat pintu masuk lobby hotel. Awalnya, suami sempat tak yakin memarkirkan mobil di jalur yang sepertinya bukan untuk lahan parkir. Namun, petugas datang dan memperbolehkan parkir di area tersebut. Lantas, saya langsung bertanya apakah jumlah tamu hari itu banyak? Beliau mengatakan, ya kamar terisi penuh. To be honest saya kaget ketika mendengar kamar full booked. Sebab, momen saya menginap bersamaan dengan momen pembatasan kegiatan di Bandung (PSBB).

 

LAYANAN BUGGY CAR

Lanjut, setelah memarkirkan mobil, petugas kembali menghampiri kami sekeluarga untuk menawarkan bantuan membawakan koper dan barang bawaan. Tak lama, bantuan datang berupa buggy car yang akan mengantarkan kami sekeluarga menuju lobby hotel. Lumayan menghemat tenaga menanjaki jalur jalan menuju lobby, hehe. Tentu, bantuan tersebut menjadi first impression saya dalam menilai Swiss Belresort terkait pelayanan hotel. Good!

Buggy car swiss belresort dago heritage hotel
Buggy Car (dokumen foto milik hellomamika)

 

LOBBY HOTEL

Biasanya, saya menilai apakah hotel itu menarik atau tidak, diawali oleh bentuk lobby. So, saat memasuki lobby Swiss Belresort, tentu saya langsung memandang ke sekeliling, dari atas sampai bawah hahaha. Well, bentuk lobby Swiss Belresort ini indoor lobby, namun terkesan seperti open air lobby karena dikelilingi oleh jendela dan pintu full kaca. Soal warna, warna lobby didominasi oleh coklat muda dan abu-abu batu. Secara keseluruhan, lobby Swiss Belresort mengesankan desain modern sekaligus indah, saya suka desainnya terutama bentuk lampu dan lingkaran besar di tengah lobby . Namun uniknya, walau lobby terkesan modern, ornamen interior yang digunakan masih menyelipkan unsur daerah Jawa Barat. Jika diperhatikan secara detail, sekat seperti ventilasi udara di atas pintu dan jendela kaca lobby berbentuk barisan angklung. Di salah satu sisi dinding pun terdapat lemari kaca yang berisi kain batik sebagai hiasan lobby. Nice! Saya suka dengan desain lobby Swiss Belresort. Oh ya, kalian juga bisa melihat pemandangan swimming pool dari dalam lobby. Swimming pool-nya terletak di sisi kiri lobby.

Lobby hotel swiss belresort bandung review

 

PROSES CHECK-IN

Proses check-in di Swiss Belresort Bandung berjalan lancar dan cepat. Saat check-in diinfokan juga bahwa kamar sudah diberi disinfektan. Kala itu, breakfast dan aktivitas renang harus reservasi terlebih dahulu saat check-in. Untuk breakfast, tamu diberikan pilihan waktu breakfast dan harus datang sesuai waktu yang sudah dipilih. Durasi makan pun dibatasi yaitu kurang dari 1 jam. Selain harus memilih waktu breakfast, tamu diharuskan memilih menu breakfast, menu Western atau Indonesian. Alasannya, hotel mengikuti instruksi peraturan daerah soal pembatasan pengunjung restoran dan durasi sehingga menu breakfast pun ikut dibatasi. Mengingat waktu kedatangan saya bertepatan dengan momen PSBB di Bandung. Sangat disayangkan yaa, namun konsekuensi staycation di masa pandemi harus siap dengan keterbatasan hal seperti ini sih.

Review hotel swiss belresort bandung
Desain interior lift bagus. Detail ornamennya cantik 🙂

 

GRAND DELUXE TWIN ROOM WITH BREAKFAST (for 2 pax)

Room Type and Rate

Saya menginap di Swiss Belresort Bandung dengan tipe kamar Grand Deluxe Twin Room include breakfast for 2pax. Rate kamar yang saya bayarkan Juni 2020 via Traveloka adalah 760.000 per malam. Kedua anak saya (6y.o & 3y.o) saat itu tidak dikenakan charge tambahan maupun extra bed.

Review hotel bandung

 

The Room

Setelah mendapat room card, saya dan keluarga segera bergegas menuju kamar. Saya diberikn kamar di lantai 12 karena sudah request high floor saat melakukan pemesanan di Traveloka. Sebelum menuju kamar, seperti biasa saya juga mengamati setiap detail yang ada di hotel, termasuk lorong menuju kamar. Desain lorong menuju kamar di Swiss Belresort Bandung ini berbentuk semi outdoor. Jadi, salah satu sisi sebrang kamar terdapat ventilasi dan jendela kaca. Lantai lorong juga bukan beralaskan karpet atau parquet, namun tile berwarna abu-abu menyerupai batu. Lebih jelasnya bisa kalian lihat pada foto yang saya lampirkan di bawah ini.

Lorong swiss belresort dago heritage hotel
Lorong menuju kamar

Tiba di depan kamar, pintu ditempelkan stiker yang menandakan bahwa kamar sudah disterilkan. Hal ini sepertinya menjadi standar baru disetiap hotel selama pandemi ya. Lanjut, begitu kamar terbuka, pemandangan lurus ke depan terlihat ruangan kamar yang lumayan besar dengan jendela kaca yang lebar. Seluruh ruangan kamar lantainya tertutup parquet, hanya saja terdapat karpet pada tengah kamar, tepatnya di bagian bawah tempat tidur. Kalau dilihat dari pintu kamar, kamar ini didominasi oleh warna coklat kayu dan krem sehingga kamar lebih terkesan dengan nuansa kamar hotel yang klasik. Walau terlihat klasik, kondisi kamar masih bersih dan terawat furniture-nya.

Review swiss belresort hotel bandung

 

Room Facilities

Seperti standar kamar hotel bintang empat jaman sekarang pada umumnya, kamar ini sudah dilengkapi oleh free wifi, flat tv, meja dan kursi kerja, secure box, kulkas mini, perlengkapan minum teh dan kopi beserta teko pemanas, telepon, perlengkapan mandi dan hair dryer. Adapun fasilitas tambahan lainnya yang ada di kamar ini adalah mini pantry beserta sink, sofa dua dudukan, coffee table dan satu buah stool. Ini enak banget untuk makan atau minum teh sambil liat pemandangan kota Bandung saat malam hari. Siang hari view-nya juga bagus. Kebetulan, view kamar saya ini berupa lapangan golf.

Mini pantry swiss belresort dago heritage bandung review
Mini Pantry (foto dokumen pribadi milik hellomamika)

 

Bed

Secara keseluruhan, fasilitas yang ada di kamar saya dalam keadaan baik termasuk tempat tidur. Saya memilih twin room sehingga terdapat dua buah tempat tidur. Size masing-masing kasur adalah 120×200 cm. Di tengahnya tidak ada sekat sehingga kedua kasur bisa dirapatkan menjadi satu dan tentunya size kasur menjadi lebih besar (ukuran ini cukup lega untuk kami sekeluarga 4 orang).

Review hotel swiss belresort bandung
No issue soal bednya. Semuanya ok, mulai dari kasur, bantal, hingga bedding set 🙂

Saat datang, kasur dan bedding set sangat rapi, bersih, dan tanpa noda atau tanpa berwarna kekuningan (saya menjelaskan seperti ini karena beberapa kali saya menemukan keadaan bed yang tidak rapi dan banyak noda). Untuk jenis kasurnya sendiri adalah medium, cukup empuk walau tidak terlalu membenam. Overall kasurnya nyaman bagi saya sekeluarga.

 

Bath Room

Tipe kamar deluxe di Swiss Belresort yang saya tempati memiliki kamar mandi yang tidak terlalu besar. Kamar mandinya bersih, desainnya standar dengan material marmer krem klasik. Tidak ada hal menarik kecuali bathtub. Jadi, kamar mandi tipe kamar ini sudah dilengkapi oleh bathtub dengan sisi jendela kaca menghadap ruang tidur di sampingnya. Anak-anak saya happy bisa berenang di bathtub sambil dadah-dadah ke saya dan suami yang berada di luar jendela. Jangan khawatir akan jendela di samping bathtub, jendela tersebut bisa ditutup kok dengan roller blind. Bagian bathtub juga dilengkapi sekat tirai mandi.

Bathroom kamar mandi hotel swiss belresort dago bandung review

Review hotel swiss belresort bandung


Overall
ruang kamar tipe deluxe yang saya tempati ini bersih dan sangat nyaman untuk tamu yang membawa anak-anak seperti saya. Masih ada space lumayan besar untuk menaruh dan membuka koper tanpa menghalangi jalur lalu-lalang. Adanya mini pantry beserta sink juga bisa berguna untuk ibu-ibu menyiapkan susu dan mencuci botol susu anak, tanpa perlu menggunakan wastafel kamar mandi. Terakhir, kamar ini juga kedap suara. Saya tidak merasa terganggu dengan suara kamar sebelah, atas, atau di luar pintu. Sangat nyaman.

Review hotel swiss belresort bandung

 

BREAKFAST / SARAPAN

Rate kamar yang saya bayarkan sudah termasuk makan sarapan untuk 2 orang. Kala itu, kedua anak saya tidak dikenakan biaya tambahan untuk sarapan. Namun sayangnya, saya tidak merasakan sarapan di restoran hotel karena hendak check-out lebih awal (pagi itu suami mendapat telepon bahwa Ayahnya sakit dan harus segera di bawa ke rumah sakit). So, saya dan suami memutuskan untuk sarapan di kamar. Saya langsung menghubungi staff melalui panggilan telepon terkait sarapan. Saya menghubungi sekitar pukul 08.00 pagi.

Menu sarapan swiss belresort dago heritage bandung hotel review

Sambil menunggu sarapan datang, saya beres-beres tentunya. Namun ternyata, hampir pukul 09.00 pagi, yang artinya hampir satu jam sarapan tidak kunjung tiba. Saya call kembali, mereka menjawab bahwa makanan sedang diantar. Sekitar 15 menit setelah telepon, bel pintu berbunyi. Staff hotel masuk dan membawakan makanan sarapan, Ia juga meminta maaf atas keterlambatan pembagian sarapan karena banyak tamy yang meminta sarapan di kamar seperti kami sekeluarga. Ok, saya dan suami mencoba untuk memaklumi. Pagi itu saya sekeluarga memang benar-benar lapar, apalagi menunggu cukup lama. But, saat makanan datang, saya dan suami cukup terkejut dengan penyajian sarapannya. Tidak menarik. Saya juga bisa mengerti ya untuk mengurangi resiko penularan saat pandemi, pihak hotel mengganti piring menjadi wadah plastik sekali buang. Tetapi bukan berarti menu yang diberikan menjadi tidak menarik, kan? (Lihat foto menu makanan sarapan yang saya lampirkan di bawah) I’m so sorry Swiss Belresort, menu sarapannya tidak mencerminkan menu sarapan hotel bintang 4. Rasa nasi gorengnya hambar dan ayam gorengnya keras. Saya tidak tahu apakah ini adalah bentuk standar sarapan di Swiss Belresort atau terjadi karena pandemi? Sangat mengecewakan 🙁

 

SWIMMING POOL

Rencananya, anak-anak mau berenang pagi sebelum check-out. Namun, ketika melihat dari atas jendela kamar kami (view kamar juga menghadap ke kolam renang), pool terlihat penuh untuk ukuran pandemi. To be honest, saat itu saya masih ‘parno’ kalau anak-anak harus berenang bersama banyak orang dalam satu kolam. Sayang sekali padahal view pool-nya oke dengan bentuk kolamnya yang infinity pool.

Pemandangan kamar deluxe hotel swiss belresort bandung review
Pemandangan dari balik jendela kamar : lapangan golf dan swimming pool Swiss Belresort hotel.

 

FASILITAS PENDUKUNG HOTEL (Gym, Lokasi, Area Sekitar Hotel, dll.)

Seperti biasa, saya jarang sekali menggunakan fasilitas gym atau sport club, kids club, maupun fasilitas spa di dalam hotel. So, saya tidak dapat mengulasnya lebih lanjut. Selain fasilitas tersebut, saya sempat melihat adanya fasilitas minimarket mini (atau entah butik) di dalam hotel ketika hendak menuju lift. Namun tak perlu khawatir, bila tidak ada (atau sudah tutup) minimarket di dalam hotel, tamu bisa menemukan minimarket di luar hotel. Di area sekitar hotel ada minimarket terdekat yang bisa dilalui dengan jalan kaki. Selain itu, tamu masih diperkenankan juga memesan makanan dari luar melalui layanan delivery seperti GoFood atau GrabFood. Atau bila membawa kendaraan pribadi, kalian akan menemukan banyak resto dan cafe hits di sekitar hotel. Mengingat, lokasi hotel berada di area Dago Atas yang memiliki banyak pilihan tempat makan atau hang-out. 🙂

Review hotel swiss belresort bandung
Samping kanan setelah lobby terdapat butik dan minimarket di dalam hotel.

 

SO, WOULD I RECOMMEND SWISS-BELRESORT DAGO HERITAGE ?

Hmm, ya ok i would.

Sebenarnya, tidak ada keluhan lain untuk hotel ini kecuali sarapan. Pelayanan staff masih oke, walau ya, saya dan suami sempat kesal terkait sarapan karena lamanya pengantaran sarapan (padahal jadwal sarapan yang saya reservasi memang pukul 08.00 pagi loh). But, maybe menu sarapan mengecewakan yang saya alami hanya pada saat itu saja. Mungkin, i hope so. 

Di luar masalah sarapan, hotel ini saya rekomendasikan bagi yang ingin berlibur di Bandung sambil menikmati Bandung city view dari ketinggian. Sebab, lokasi hotel ini sangat bagus yaitu berada di daerah Dago Atas, akses menuju hotel pun mudah dan bukanlah jalan dengan jalur yang sempit. Walau terkadang, saat weekend, jalur menuju hotel padat. Oh ya, karena lokasinya di Dago Atas, kalian sebaiknya meminta kamar high floor dengan city view agar bisa menikmati view kota Bandung dari atas jendela kamar dengan indah, terlebih di malam hari. Lokasi hotel juga oke untuk yang suka bermain Golf karena hotel terletak di area komplek Golf Dago.

Living room swiss belresort dago heritage hotel review

Sayangnya, walau lokasi hotel berada di spot favorit wisatawan, lokasi ini cukup jauh dari stasiun kota dan bandara. So, bagi yang pergi ke Bandung dengan transportasi umum seperti pesawat atau kereta, siapkan budget untuk ongkos naik taksi atau angkutan umum lainnya untuk menuju hotel. Untuk yang menggunakan travel, sebaiknya pilih pemberhentian terdekat dengan hotel.

Selain lokasi, alasan lain kalian bisa memilih hotel ini adalah karena usia hotel ini belum terlalu tua, terutama saat saya menginap di tahun 2020 sehingga furniture masih dalam kondisi baik. Untuk kalian yang suka dengan hotel kekinian dan instagramable mungkin tak akan suka dengan desain di dalam kamar, yang menurut saya desain klasiknya sedikit terlihat jadul. Walau jadul, hotelnya masih tetap nyaman dan termasuk family friendly hotel. 🙂

Baiklah, cukup sekian ulasan Swiss Belresort Dago Heritage versi saya. Mohon maaf apabila ada ulasan dari saya yang tidak berkenan atau tidak sesuai dengan beberapa pihak tertentu. Saya hanya menuliskan berdasarkan yang saya alami dan rasakan. Untuk gambaran hotel lebih jelasnya, sudah saya sertakan juga ulasannya berupa video singkat di kanal Youtube hellomamika.

Terima kasih ya bagi yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca ulasan ini. Sampai bertemu di ulasan hotel selanjutnya. 🙂

Salam hangat, Ika 🙂

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.