CULINARY,  LIFE STYLE,  TRAVEL,  TRAVEL STORIES

HELLO PALEMBANG !

Hello Readers !

Kota apa sih di Indonesia yang pengen kalian bolak-balik datangi? Kalau saya sih, Kota Palembang!

Kenapa Palembang?

Karena bisa makan pempek sepuasnya!

***

Seperti postingan sebelumnya, saya selalu menulis cerita liburan yang sudah lama berlalu. Hehehe. Begitupun dengan cerita liburan di Palembang ini.

 

Bawa koper cuma segini saja. Sedikit ya? 😅

 

Sekitar bulan Agustus 2017 yang lalu, saya, suami dan dua anak balita saya pergi ke Palembang. Ini bukan yang pertama kalinya pergi mengunjungi Kota Palembang. Pada tahun 2015, saya, suami dan anak saya yang pertama sudah pernah mengunjungi kota pempek ini. Alhamdulillah tahun 2017, saya dan keluarga kembali lagi ke sini, sudah lengkap dengan dua orang anak. Saya selalu excited mengunjungi kota ini karena bertaburan pedagang pempek mulai dari yang murah hingga yang mahal, semuanya enak!

 

Menghadiri Acara Pernikahan Saudara

Dua kali mengunjungi kota ini tujuannya tetap sama, memenuhi undangan pernikahan sepupu dari keluarga suami yang dilanjutkan dengan kulineran makanan Palembang. Suami saya bukan orang Palembang namun, sebagian besar keluarganya berada di sini. Singkat cerita keluarga suami orang rantau dari Pulau Jawa. Kalau biasanya orang rantau itu dari Sumatra ke Jawa, ini malah sebaliknya ya. Hihi.

 

 

Sekedar cerita juga, menghadiri pernikahan di Palembang ini menjadi pengalaman yang menarik bagi saya. Acara pernikahan di Palembang berbeda dengan di Jakarta atau Bandung. Kalau biasanya sebagian besar acara pernikahan di Jakarta atau Bandung itu standing party, makan sambil berdiri dan menikmati acara hiburan musik, di Palembang tamunya duduk. Duduk seperti sedang menyaksikan pertunjukkan di panggung gitu. Tamu baru boleh dipersilakan makan setelah acara hiburan selesai. Pada pernikahan adat Palembang, mempelai wanita pun ikut menarikan tarian adat Palembang bersama para penari lainnya. Bagi saya, ini pengalaman baru yang menarik.

 

Penerbangan Perdana Si Anak Bayi

Kepergian kami sekeluarga ke Palembang 2017 yang lalu menjadi pengalaman terbang pertama kali bagi anak saya yang kedua. Saat itu usianya masih 4 bulan. Iya, masih bayi banget! Pasti pada bertanya-tanya apa ga bahaya bayi 4 bulan naik pesawat? Khususnya untuk telinganya? Hmm, saya memang tidak mempersiapkan earmuff untuk anak saya, yang saya lakukan hanya menyusuinya. Ketika akan take-off, saya segera menyusuinya begitu pula saat akan landing. Kebetulan juga kemarin saya naik dengan pesawat Garuda, jadi ya saya pakaikan saja earphone yang tersedia di pesawat. Hehe. Alhamdulillah perjalanan pertamanya aman. Nangis sedikit tetapi setelah disusui anteng lagi.

 

 

 

Jangan lupa bawa apron atau penutup agar dapat menyusui bayi di mana saja.

 

Tips : Jika bepergian bersama bayi atau balita dengan pesawat, Ibu relax saja. Saat mereka menangis jangan panik. Semakin panik, bayi akan semakin kencang nangisnya. Susui atau nyanyikan lagu kesukaan si bayi agar bayi berhenti menangis. 🙂

 

Menginap di Horison Ultima Palembang

Saya dan keluarga berada di Palembang selama 4 hari 3 malam. Kami menginap di Horison Ultima Palembang. Kami menginap di sini agar suami bisa sekalian bekerja karena kantor cabang Palembang berada di samping persis Hotel Horison. Ya suami memang tidak cuti tetap bekerja namun bekerja di kantor cabang Palembang.

 

Kulineran di Palembang

Bicara soal kuliner Palembang, semua orang di Indonesia pasti sudah tahu bahwa Palembang terkenal dengan Pempek dan kawan-kawannya seperti Tekwan. Kalau di bahasa Inggris-kan mungkin fish ball ya namanya. Ya, karena bahan bakunya memang ikan. Di kota asalnya ini banyak banget pedagang pempek. Mulai dari yang murah banget seharga 1000 Rupiah per buah hingga yang mahal sekitar 4500 per buah. Rasanya? Hampir sama tetapi ya memang lebih enak yang mahal.

Bagi yang pengen makan pempek sepuasnya dengan harga yang murah, coba datangi KAMPUNG PEMPEK 26 ILIR deh. Di sana berjejer warung pedagang pempek dan kawan-kawan. Harga pempek per buah-nya murah banget, seribu saja. Bingung ga tuh? Tidak hanya pempek, ada juga makanan khas Palembang lainnya seperti tekwan, mie celor, burgo hingga es kacang merah. Favorit saya dan keluarga di Kampung Pempek ini adalah warung PEMPEK LALA. Tempatnya selalu ramai. Di sini bisa memesan pempek untuk dibawa pulang yang akan dikemas dalam bentuk dus. Minta saja pempek yang dibalur dalam minyak agar lebih tahan lama.

 

Kampung Pempek 26 Ilir. Photo source: Republika.co.id

 

Kalau tadi pempek murah, kalian yang berkunjung ke Palembang juga wajib mencoba versi mahalnya. Ada banyak pempek versi mahal yang terkenal. Salah satunya PEMPEK CANDY. Pempek ini jangan sampai terlewati untuk dicoba. Harga per buah memang mahal sekitar 4500 tetapi rasanya enak banget!!! Ukurannya juga lebih besar dari Pempek Lala. Cobain deh pempek isi pepaya dari Pempek Candy ini, dijamin ketagihan. Sayangnya karena tidak bertahan lama, pempek untuk jenis isi pepaya tidak bisa dibawa untuk oleh-oleh. Lokasi Pempek Candy di Palembang mudah dicari karena mereka memiliki banyak cabang di Palembang.

 

Photo source : pempekcandy.id

 

Selain pempek, makanan khas Palembang yang wajib dicoba adalah martabak Har. Bahan baku dan tampilannya hanpir sama seperti martabak di pulau Jawa, telur ayam dan telur bebek, hanya saja dalamnya berbeda. Di dalam martabak Har ditambahkan roti cane. Cara memakannya pun dicelupkan ke dalam kuah kari kentang daging. Rasanya rempah dan itu enaaaak banget. Nah, tempat membeli martabak Har yang enak jangan sampai salah ya. Rekomendasi tempat martabak Har yang paling terkenal dan asli adalah MARTABAK HAR SIMPANG SEKIP. Suami saya kalau sudah makan di sini bisa nambah sampai 2-3 kali loh. Saking enaknya atau laper? Hehe. Ga hanya martabaknya yang enak, es kacang merahnya super enak. Menurut saya, es kacang merah di Martabak Har Simpang Sekip paling enak. Saya juga bisa nambah hinggal 2 kali es kacangnya. Kacangnya banyak, kental dan manisnya pas. TeOPe BeGeTe pokoknya. Untuk harga martabaknya sekitar 35ribu-50ribu per porsi, sedangkan es kacang merah sekitar 7-10ribu-an (lupa). Martabaknya agak mahal tetapi rasanya…..lezat!

Terakhir, makanan yang wajib dicoba di kota ini adalah Pindang Patin. Rasa pindang patin ini asam, gurih dan pedas. Banyak tempat yang menjual Pindang Patin. Rasanya hampir sama. Ada dua tempat yang pernah saya coba waktu saya berkunjung ke Palembang tahun 2015. Salah satu tempat yang saya ingat adalah RIVER SIDE RESTAURANT.

 

 

Hal yang paling berkesan di sini adalah tempatnya yang ketika malam hari view-nya sangat indah yaitu Jembatan Ampera. Lokasinya memang terapung di sungai Musi. Untuk menu makanan yang ditawarkan cukup lengkap. Untuk rasanya lumayan enak, namun untuk rasa pindang patin di restoran ini lebih terasa seperti Tom Yam. But, yah masih enak untuk dinikmati. Harga makan di sini seingat saya lumayan mahal. Detail harganya bisa buka di google karena saya tidak ingat sama sekali. Maaf ya..

 

Year 2015 at River Side Restaurant Palembang

***

Ya, begitulah cerita pengalaman saya di Palembang. Saya tidak berkunjung ke tempat wisata yang ada di Palembang. Hmm, belum tertarik dan belum sempat juga. Selama di Palembang lebih banyak dihabiskan untuk makan pempek dan berkunjung ke rumah saudara yang tinggal di sana. Walaupun begitu, saya ingin kembali lagi ke Palembang. Makan pempek ga pernah ada rasa bosannya. Apalagi anak saya yang pertama, sekali makan pempek bisa habis 10 sendirian. Hahaha.

Sekian dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Best Regards, 💋

View from Riverside Restaurant, Ampera Bridge at Palembang

Leave a Reply

Your email address will not be published.