KE SENTUL DEMI IKAN BAKAR BAMBU KARIMATA

Hello Readers !

Jumat lalu, dalam rangka libur sekolah, rumah kedatangan tamu dari Bandung. Tamunya adalah keluarga dari suami. Ada mertua, kakak ipar dan dua keponakan saya. Kunjungannya sebentar sih, hanya dua malam menginap di sini. Oleh karena waktunya terbatas, saya dan suami berusaha semaksimal mungkin mengajak mereka jalan-jalan pada hari Sabtu.

Rencana awalnya mengajak mereka makan siang di Sentul, lanjut jalan-jalan ke Cibubur, lalu mampir ke AEON BSD membeli sushi dan terakhir ke IKEA membeli perabot sekalian ngemil di sana. Unfortunately, Sabtu lalu mulai dari toll Bintaro sampai Jagorawi macet sekali sehingga tidak sempat ke AEON membeli sushi pada hari itu dan memutuskan untuk langsung ke IKEA. Yah untungnya mereka pulang Minggu sore, jadi beli sushi di AEON-nya bisa pagi-pagi.

Ngomong-ngomong, ngapain sih ajak makan siang sampai ke Sentul segala? Jauh amat!

Nah itu! Sebelum keluarga suami datang berkunjung, saya dan suami memang sudah berencana untuk mengajak mereka lunch di luar. Akhirnya keluarlah ide suami untuk makan di Sentul. Suami bilang ada restoran di Sentul yang terkenal dengan ikan bakar bambu yaitu Restoran Karimata. Pengalaman suami makan di sini, katanya ikan bakar dan sup ikannya enak banget. Saya langsung googling dan cek instagram resto tersebut. Dari penampilan ikannya yang menggugah selera saya jadi penasaran untuk mencoba dan langsung meng-iyakan ide suami saat itu.

RESTORANNYA RAME BANGET!

Waktu tempuh dari rumah menuju Sentul pada Sabtu lalu sekitar 2 jam lebih. Gila! Biasanya ga gini-gini amat jalan toll. Saking jengkelnya, saya bilang ke Suami untuk makan di Restoran Karimata cabang TMII saja. Namun, suami bilang di Sentul saja. Lokasi resto juga berada di pinggir exit toll Sentul City. Hmm, oke kalau begitu tidak butuh waktu lama lagi untuk menuju lokasi resto setelah keluar toll Sentul, gumam saya dalam hati. Cukup bersabar saja lah dengan kemacetan hari itu. Hehe.

Akhirnya sekitar pukul 1 siang, tiba di resto. Jujur ya, saat awal saya melihat ‘penampakan’ depan resto ini, saya sudah underestimate, kok begini ya? Kok begitu ya? Bangunannya memang terlihat tidak bagus dari pinggir jalan. Tetapi, jangan salah banyak mobil-mobil mewah berjejer. Parkiran pun penuh! Makin penasaran kan seenak apa makanan yang ada di resto ini?

 

DUDUK LESEHAN

Restoran ini terdiri dari dua lantai. Lantai atas dan bawah. Tamu yang datang selalu langsung naik ke lantai atas karena memang ruang utama tempat makan dan kasir berada di sana. Sedangkan untuk lantai di bawah ada kolam ikan, rest room dan beberapa meja kursi tempat makan. Di Restoran Karimata ini terdapat dua pilihan jenis tempat duduk yaitu duduk lesehan atau duduk di kursi biasa. Alhamdulillah, walaupun ramai pengunjung, saya dan keluarga kebagian duduk di tempat lesehan.

 

Bagi pengunjung yang membawa anak kecil dan duduk di area lesehan, harap memperhatikan anak untuk tidak mendekati jendela. Memang ada pembatasnya lagi antara saung lesehan dengan pinggiran jendela. Namun, kemungkinan anak terjatuh bisa terjadi.

 

SEMI OUTDOOR DAN TANPA AC

Enaknya lesehan adalah lokasinya dekat dengan jendela jadi bisa merasakan hawa segar dari angin yang semriwing. Hehe. Fyi, resto ini semi outdoor jadi tidak pakai aircon alias AC. Semua alami dengan tambahan kipas angin yang tergantung di plafon. Namun, jangan khawatir udaranya mengalir kok. Pengalaman kemarin saya siang hari ke sana, matahari di luar memang terik tetapi masuk ke dalam resto masih fine-fine saja panasnya. Ya, sedikit berkeringat gak masalah kan? Hehe.

 

MENU MASAKAN INDONESIA

Tanpa berlama-lama, suami langsung memesan menu utama yang memang khas dari resto ini yaitu ikan patin bambu bakar dan sup kuning ikan patin. Kemudian di susul menu-menu lainnya seperti menu untuk minuman dan sayur. Seluruh menu makanan dan minuman yang ada di Restoran Karimata adalah menu masakan Indonesia. Secara spesifik makanan khas dari daerah mana sih saya kurang paham. Ada yang bilang restoran ini adalah resto masakan khas Kalimantan. But, i don’t know for sure.

HARGA, PORSI DAN RASA

Sebelumnya saya minta maaf karena lupa fotoin menu beserta harga. Hehe. Namun, total tagihan makan yang dibayarkan untuk 9 orang sekitar 800ribuan dan itu sudah include tax. Masih termasuk murah yah?

Harga paling mahal yang kami bayarkan adalah ikan patin bakar dalam bambu dan sup ikan patin. Namun, porsi ikan bakar tersebut sangat besar loh. Saya sekeluarga hanya pesan satu untuk rame-rame. Begitu pula dengan sup ikan patin-nya. Di dalam mangkuknya ada sekitar 6 potong daging ikan. Bisa untuk rame-rame juga kan?

Untuk porsi selain dua makanan di atas, seperti ayam bakar, cumi tepung, brokoli, gado-gado, dan udang, porsinya tidak terlalu besar. Makanan tersebut untuk porsi sekitar 2-3 orang lah. Kemudian untuk porsi minumannya lumayan besar, saya dan suami saja kenyang banget ngabisin minuman sebanyak itu.

Soal rasa, hampir semuanya enak. Tentunya yang paling enak adalah ikan bakar dan sup ikannya. Gak heran sih makanya ini resto penuh banget karena memang enak!

KESIMPULANNYA…

Restoran Karimata ini harus kalian coba karena :

  1. Family friendly resto. Resto ini sangat cocok untuk mengajak anggota keluarga. Saran saya, pilih tempat duduk berjenis lesehan agar suasana lebih santai.
  2. Menu makanannya lengkap banget. That’s why i said family friendly restaurant. Ga susah untuk mencari menu untuk anak-anak.
  3. Dari segi harga masih dalam kategori cukup terjangkau.
  4. No need long time to serve the order. Pengalaman kemarin sekitar 10-15 menit sih sudah datang. Namun, memang ada yang missed untuk teh tawar dan udang bakarnya, but it’s ok karena saat itu ramai sekali oleh pengunjung. Setelah confirm ulang, tidak lama menunggu pesanan kembali datang.
  5. And of course, you must try IKAN PATIN BAKAR BAMBU-nya!
Tombol untuk memanggil pramusaji. Nanti di layar dekat kasir akan tertera nomor tempat duduk yang memanggil.

 

Namun, ada hal yang harus kalian ketahui yaitu lahan parkir yang cukup terbatas apalagi jika jam makan siang. Ramai banget dan agak susah cari tempat parkir. Banyak-banyak berdoa saja kalau tetap mau makan di sini di waktu makan siang. Hahaha. Btw, foto di bawah adalah kondisi parkiran yang sudah sepi ketika saya sekeluarga akan pergi meninggalkan restoran.

 

Well, sekian cerita pengalaman saya dan keluarga makan di Restoran Karimata Sentul City. Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kata yang tidak sengaja menyinggung pihak tertentu.

Thank you for visit and reading my blog!

Best Regards, 💋



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *